Harga Emas Berpeluang Rebound, Analis Lihat Sinyal Pembalikan Arah

JAK ONE – Harga emas dunia berpotensi kembali menguat pada perdagangan Rabu (29/4/2026), setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir. Sejumlah analis melihat mulai munculnya sinyal pembalikan arah yang dapat mendorong logam mulia bergerak naik dalam jangka pendek.

Berdasarkan data terkini, harga emas tercatat menguat tipis sebesar 0,1% ke level US$ 4.601,43 per ons troi saat berita ini ditulis.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, menyampaikan bahwa pergerakan emas saat ini memasuki fase krusial. Tekanan yang sebelumnya membebani harga mulai mereda dan digantikan oleh potensi pemulihan.

Secara teknikal, pada grafik timeframe satu jam (H1), harga emas mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat melemah akibat penembusan level support penting pada timeframe harian. Saat ini, pergerakan emas membentuk base area atau zona konsolidasi di level bawah.

“Formasi ini biasanya menjadi fondasi awal sebelum harga bergerak naik lebih lanjut,” ujar Geraldo dalam risetnya.

Ia menambahkan, terbentuknya zona konsolidasi tersebut membuka peluang bagi emas untuk menguji level resistance terdekat. Dalam proyeksi jangka pendek, harga diperkirakan dapat naik menuju kisaran US$ 4.633,24 per ons troi dan berpotensi berlanjut ke US$ 4.657,46 jika momentum penguatan berlanjut.

Meski demikian, pelaku pasar diimbau tetap mencermati area support sebagai langkah mitigasi risiko. Level US$ 4.574,31 dan US$ 4.555,30 per ons troi dinilai menjadi titik krusial yang harus dipertahankan agar skenario bullish tetap valid.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan emas saat ini dinilai masih berada dalam fase transisi, sehingga investor dan trader disarankan tetap waspada terhadap potensi perubahan arah pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *