Film Horor Hajatan Setan Rilis Trailer, Tayang 3 Desember 2026
JAK ONE – Film horor Hajatan Setan resmi merilis trailer dan poster terbaru menjelang penayangannya di bioskop Indonesia pada 3 Desember 2026. Diproduksi oleh MBK Productions dan Drias Film Production, film garapan Bambang Drias dan Eko Kristanto ini menghadirkan kisah ritual misterius, kutukan keluarga, hingga rahasia kelam yang tersembunyi di sebuah kampung terisolasi.
Setelah memperkenalkan atmosfer supranatural melalui teaser trailer pada April lalu, perilisan materi promosi terbaru ini memberikan gambaran lebih jauh mengenai konflik yang menjadi inti cerita.
Mengusung kalimat “Satu Malam, Satu Hajatan” dan “Malam Hajatan, Malam Kematian”, film ini menggambarkan sebuah perayaan yang berubah menjadi awal rangkaian peristiwa mengerikan. Di balik ritual turun-temurun yang masih dijalankan masyarakat setempat, tersimpan rahasia masa lalu yang berkaitan dengan sebuah keluarga.
Cerita berpusat pada Dara, yang diperankan Alika Jantinia. Ia terjebak dalam situasi penuh kejanggalan dan berusaha mengungkap misteri yang menyelimuti kampung tersebut. Pencariannya perlahan mengarah pada rahasia sang ibu, Mbok Darmi (Karina Suwandi), serta hubungan keluarga mereka dengan keluarga Santoso (Indra Birowo).
Hubungan kedua keluarga menjadi salah satu kunci misteri dalam Hajatan Setan. Potongan adegan dalam trailer memperlihatkan sejumlah petunjuk mengenai posisi Santoso dan Mbok Darmi di tengah peristiwa yang terjadi. Namun, berbagai petunjuk tersebut belum sepenuhnya menjelaskan keterkaitan mereka dengan ritual dan rahasia yang telah lama tersembunyi.
Sutradara Bambang Drias dan Eko Kristanto membangun ketegangan tidak hanya melalui ritual dan kehadiran makhluk gaib, tetapi juga lewat hubungan antarkarakter serta keputusan masa lalu yang terus memengaruhi kehidupan mereka.
“Bagi kami, salah satu hal yang menarik dari Hajatan Setan adalah bagaimana penonton diajak menyusun sendiri potongan-potongan informasi yang mereka temukan. Apa yang terlihat di permukaan belum tentu menjelaskan keseluruhan persoalan,” ujar Bambang Drias.
Ia menjelaskan, perjalanan Dara menjadi bagian penting dalam mengungkap rahasia secara bertahap sekaligus mengajak penonton mempertanyakan kembali berbagai hal yang sebelumnya dianggap benar.
Sebagai tokoh utama, Dara tidak hanya menghadapi ancaman supranatural, tetapi juga harus memahami sosok ibunya dan masa lalu keluarga yang berpotensi mengubah pandangannya terhadap orang-orang terdekat.
Alika Jantinia mengatakan, karakter Dara berada dalam situasi ketika berbagai hal di sekelilingnya tidak berjalan sesuai dengan yang ia bayangkan.
“Ia ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi, terutama yang berkaitan dengan ibunya dan masa lalu keluarga mereka. Namun, semakin banyak yang ia ketahui, semakin rumit pula persoalan yang harus dihadapinya,” kata Alika.
Selain misteri keluarga, film ini juga menghadirkan hubungan Dara dengan Gaung (Ari Irham), teman masa kecilnya. Hubungan keduanya menyimpan perasaan yang tidak sederhana ketika harapan untuk saling mendekat harus berhadapan dengan ancaman dan rahasia yang membayangi kehidupan mereka.
Unsur kasih tak sampai tersebut memberikan dimensi emosional pada cerita. Teror yang dihadapi Dara dan Gaung bukan hanya menyangkut keselamatan, tetapi juga perjuangan mempertahankan hubungan yang berarti di tengah keadaan yang semakin sulit.
Trailer terbaru Hajatan Setan turut memberikan petunjuk mengenai asal-usul ritual dan kepercayaan yang bertahan di kampung tersebut. Sejumlah adegan kilas balik mengisyaratkan terbentuknya sebuah kultus, sementara rangkaian peristiwa lainnya memunculkan pertanyaan tentang keputusan masa lalu yang berdampak pada generasi berikutnya.
Film ini dibintangi Alika Jantinia, Ari Irham, Indra Birowo, Karina Suwandi, Gisellma Firmansyah, Luna Maya, Asri Welas, Bima Zeno, Sita Permata Sari, Tanta Ginting, Abigail Gabriela, Masayu Anastasia, dan Hassan Sule.
Naskah Hajatan Setan ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, dan Vidya T. Ariestya. Film ini diproduseri oleh Rendy Gunawan, Drias, dan Malia Nurdiyani, dengan Budi Yulianto sebagai produser eksekutif.
Tak hanya menyasar pasar domestik, Hajatan Setan juga direncanakan tayang di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Rencana distribusi regional tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan film sekaligus memperkenalkan kisah horor yang mengangkat ritual, kepercayaan, dan rahasia keluarga kepada penonton di kawasan Asia Tenggara.
Film Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026.
