Naskah Kuno Tak Lagi Kaku, Perpusnas Sulap Warisan Nusantara Jadi Komik dan Buku Anak
JAK ONE – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menghadirkan rangkaian kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan 2026 dengan pendekatan literasi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tak hanya mengajak masyarakat membaca, Perpusnas menghadirkan berbagai pengalaman belajar, mulai dari pameran alih wahana naskah kuno menjadi buku anak dan komik, kegiatan berkebun dan pengolahan limbah rumah tangga, hingga berbagi praktik pengembangan perpustakaan di wilayah kepulauan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Perpusnas untuk mengajak masyarakat merawat ingatan sekaligus menggugah kesadaran berliterasi. Pameran berlangsung pada 14–30 September 2026 di Grha Literasi, Bangunan Cagar Budaya Perpusnas, Jakarta.
Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, Perpusnas mengajak masyarakat mengenal kembali warisan pengetahuan Nusantara melalui cara yang lebih kreatif dan mudah dipahami generasi masa kini.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pameran bertajuk “Merawat Ingatan, Menggugah Kesadaran”. Pameran ini menghadirkan hasil alih wahana naskah kuno menjadi berbagai media, termasuk buku anak dan komik.
Pameran tersebut menyoroti empat aspek utama, yakni Warisan Indonesia untuk Dunia, Warisan Nilai Bersama, Warisan Perempuan, dan Warisan Karya Istimewa.
Alih wahana naskah kuno tersebut merupakan hasil kerja sama Perpusnas dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kolaborasi itu telah menghasilkan 50 buku anak dan komik yang bersumber dari naskah kuno Nusantara.
Melalui kolaborasi tersebut, sejarah, budaya, serta kearifan yang terkandung dalam naskah kuno diharapkan dapat lebih dekat dengan generasi masa kini.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, mengatakan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut perpustakaan untuk terus bertransformasi.
Menurut dia, perpustakaan perlu hadir sebagai ruang belajar yang kontekstual, tempat bertemunya berbagai gagasan, sekaligus ruang untuk berkreasi dan mengenali kembali jati diri bangsa.
“Merawat ingatan itu adalah merawat identitas. Menggugah kesadaran sebagai bagian dari menyiapkan masa depan,” tegas Joko.
Upaya mendekatkan khazanah Nusantara kepada generasi muda juga diperkuat melalui penerbitan 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris.
Penerbitan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada anak-anak di Tanah Air, tetapi juga membuka peluang agar kekayaan intelektual dan warisan budaya Nusantara semakin dikenal masyarakat internasional.
Joko menegaskan, alih wahana tidak berarti mengurangi nilai maupun keaslian naskah kuno. Sebaliknya, pendekatan kreatif dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung dalam naskah dengan cara yang lebih menarik, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi masa kini.
Ia menilai pengenalan naskah kuno melalui media yang dekat dengan generasi muda dapat menjadi jembatan antargenerasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya juga dapat menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan budaya bangsa.
Selain pameran, Perpusnas pada hari yang sama menggelar Kelas Literasi Anak (Kelana) bertajuk “Petualangan Anak Hebat: Kenal Lingkungan, Berkebun, dan Berkreasi”.
Kegiatan tersebut mengajak anak-anak belajar berkebun dan berkreasi. Sementara itu, para orang tua mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan limbah dapur menjadi ekoenzim.
Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 juga menghadirkan Siniar Kelas Literasi Widya Bahana Swara (WBS) Radio Perpusnas bersama pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Maluku, Irfan Bungin.
Dalam kegiatan tersebut, Irfan berbagi pengalaman mengenai pengembangan perpustakaan di wilayah kepulauan melalui tema “Perjalanan Perpustakaan Tual: Menyalakan Literasi dari Timur Indonesia.”
Perpusnas juga memberikan apresiasi kepada pemustaka teraktif, yakni Freddy Arifin (69 tahun) dan Aisyah Khairunnisa (9 tahun). Penghargaan diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, bersama Ketua DWP Perpusnas Tety Herawati Aminudin Aziz.
Rangkaian Hari Kunjung Perpustakaan 2026 masih berlanjut hingga akhir September dengan berbagai kegiatan literasi.
Agenda tersebut antara lain Kelas Menulis Cerpen Tingkat SMA pada 16 September, Kelas Literasi Klasika pada 21 September, LibTalk Kelas Literasi Referensi pada 22 September, Peluncuran Buku dan Gelar Wicara Alih Wahana Naskah Ingatan Kolektif Nasional (IKoN) dan Memory of the World (MOW) pada 23 September.
Selanjutnya, pada 24 September digelar Penganugerahan IKoN dan Seminar IKoN–MOW serta penganugerahan di bidang pelestarian naskah kuno. Sementara Kelas Literasi Sinema dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Perpusnas mendorong masyarakat menjadikan perpustakaan bukan sekadar tempat membaca dan mengakses koleksi, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, bertukar gagasan, serta mengenali kekayaan pengetahuan dan budaya bangsa.
