ESMOD Jakarta Tampilkan 26 Karya di Fashion Nation 2026

JAK ONE – ESMOD Jakarta kembali ambil bagian dalam rangkaian Senayan City Fashion Nation yang tahun ini memasuki edisi ke-20. Melalui pagelaran bertajuk ESMOD Jakarta–First Edit, para mahasiswa menampilkan karya fashion yang lahir dari proses kreatif selama menjalani pendidikan di ESMOD Jakarta.

Dalam peragaan tersebut, ESMOD Jakarta menghadirkan total 26 looks. Sebanyak 23 looks merupakan karya Women Ready-to-Wear mahasiswa program intensif 1 Year Fashion Design and Pattern Making, sementara tiga looks lainnya berasal dari mahasiswa 3 Year Fashion Design Program dengan spesialisasi New Couture.

Koleksi yang ditampilkan memperlihatkan beragam ide, karakter, serta pendekatan kreatif para mahasiswa dalam menerjemahkan gagasan menjadi karya fashion.

Melalui First Edit, ESMOD Jakarta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membawa karya tugas akhir mereka ke ruang publik sekaligus memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan industri fashion.

Setiap koleksi dikembangkan melalui proses yang berbeda, mulai dari pengembangan konsep, eksplorasi siluet dan material, hingga penyempurnaan karya menjadi koleksi yang memiliki karakter masing-masing.

“First Edit di Senayan City menjadi kesempatan bagi mahasiswa ESMOD Jakarta untuk membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas dan mendapatkan pengalaman yang lebih dekat dengan industri. Setiap mahasiswa memiliki proses dan pendekatan yang berbeda dalam mengembangkan koleksinya,” ujar Guillaume Oger, Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta.

Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pembelajaran mengenai bagaimana sebuah karya dipersiapkan dan dipresentasikan dalam konteks profesional.

Tiga Penghargaan untuk Mahasiswa ESMOD Jakarta

Dalam rangkaian ESMOD Jakarta–First Edit, sejumlah mahasiswa juga mendapatkan penghargaan dalam tiga kategori.

Nicholas Cielo Yusap berhasil meraih penghargaan Best Fashion Design.

Sementara itu, Octavyani meraih dua nominasi sekaligus, yakni Best Pattern Making serta Coup De Cœur Du Jury (Special Jury Award).

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap proses kreatif dan kemampuan teknis mahasiswa dalam mengembangkan koleksi fashion.

Bagi ESMOD Jakarta, keterhubungan mahasiswa dengan industri merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. Selain mendapatkan pembelajaran di kampus, mahasiswa juga berkesempatan terlibat dalam berbagai proyek, kolaborasi, serta kegiatan bersama mitra dari industri fashion dan lifestyle.

Pengalaman tersebut memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus memahami bagaimana proses kreatif berlangsung dalam lingkungan profesional.

Dapat Masukan Langsung dari Profesional Industri

Sebelum tampil di Senayan City, para mahasiswa juga mendapatkan kesempatan mempresentasikan koleksi mereka di hadapan juri eksternal melalui ESMOD Jakarta Jury Day yang digelar pada 12 Agustus 2026.

Juri yang terlibat merupakan profesional dari industri fashion. Sesi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus memberikan perspektif industri melalui masukan terhadap koleksi, konsep, hingga pengembangan bisnis yang dilakukan para mahasiswa.

Albert Yanuar, Fashion Creative Director & Founder Albert Yanuar Bride & Boutique sekaligus alumni ESMOD Jakarta, melihat adanya potensi besar dari karya yang dihasilkan mahasiswa.

“Saya melihat banyak potensi dalam karya mereka. Koleksi yang dihasilkan sangat baik, termasuk pengembangan ide bisnis baru yang menurut saya sangat impresif,” kata Albert.

Ia menilai para mahasiswa mampu membangun storytelling yang kuat serta mengembangkan koleksi melalui beragam pendekatan.

Senada, Angelita Nurhadi, Founder and Designer Studio Jeje, menyoroti kemampuan mahasiswa dalam memadukan aspek kreatif dengan bisnis dan branding.

“Banyak koleksi dengan konsep yang menarik. Saya juga menyukai bagaimana mereka mempresentasikan karya secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga bisnis dan branding,” ujar Angelita.

Menurutnya, sejumlah koleksi bahkan telah menunjukkan kesiapan untuk dibawa ke pasar dan industri fashion.

Melalui ESMOD Jakarta–First Edit, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan karya kepada publik, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam mempersiapkan dan mempresentasikan karya dalam lingkungan profesional.

Bagi ESMOD Jakarta, pengalaman tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan pembelajaran di kampus dengan perkembangan industri. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat membawa pengetahuan, keterampilan, dan perspektif kreatif mereka ke tahap berikutnya dalam perjalanan karier di industri fashion.

Tentang ESMOD Jakarta

ESMOD Jakarta didirikan pada 1996 dan merupakan bagian dari jaringan ESMOD International yang berpusat di Paris dan telah berdiri sejak 1841.

ESMOD Jakarta menghadirkan pendidikan fashion berstandar internasional melalui sejumlah program, antara lain Fashion Design, Fashion Business in Creative Industry, serta Fashion Design & Pattern Making.

Dengan pendekatan pembelajaran yang menekankan praktik langsung, kolaborasi industri, dan eksposur global, mahasiswa dibekali kemampuan kreatif sekaligus keterampilan teknis untuk menghadapi perkembangan industri fashion.

Melalui jaringan internasional ESMOD, mahasiswa juga memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman mobilitas global, pembelajaran lintas budaya, serta membangun koneksi dengan ekosistem fashion internasional.

ESMOD Jakarta terus berperan dalam mengembangkan ekosistem kreatif di Indonesia dengan mempersiapkan talenta yang mampu berkontribusi, berinovasi, dan berkembang di industri fashion global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *