Trailer Perdana Bapakmu Kiper Resmi Dirilis, Suguhkan Drama Ayah-Anak yang Hangat di Tengah Serunya Tarkam
JAK ONE – Entelekey Sinema Indonesia (ESI) resmi merilis trailer perdana film Bapakmu Kiper, yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Film drama keluarga ini menghadirkan kisah emosional tentang hubungan ayah dan anak laki-laki yang telah lama renggang, dengan latar dunia sepak bola antar kampung (tarkam) yang penuh tawa, semangat, dan kehangatan.
Trailer memperlihatkan perjalanan Warto dan Dino, ayah dan anak yang dipisahkan oleh luka masa lalu. Dalam upaya memperbaiki hubungan yang retak, keduanya dipertemukan kembali melalui pertandingan tarkam yang riuh dan penuh warna. Di balik kekonyolan para pemain, penonton, hingga berbagai “klenik” khas sepak bola kampung, perlahan tumbuh kembali ruang untuk saling memahami dan memaafkan.
Alih-alih menghadirkan drama yang berat, Bapakmu Kiper mengemas cerita dengan sentuhan komedi yang ringan dan membumi. Film ini mengajak penonton tertawa sekaligus merenungkan pentingnya kesempatan kedua dalam hubungan keluarga.
Diproduksi oleh Entelekey Sinema Indonesia (ESI), rumah produksi di bawah naungan Entelekey Media Indonesia (EMI), film ini menjadi proyek layar lebar perdana yang diproduksi secara mandiri oleh ESI. Kursi sutradara dipercayakan kepada Ody Harahap, yang dikenal lewat film-film komedi seperti Kapan Kawin?, Sweet 20, dan Orang Kaya Baru. Sementara naskah ditulis oleh Titien Wattimena, Aaron Hart, bersama tim Katatinut.
Film ini diproduseri oleh Arci Fadillah, dengan jajaran produser eksekutif Patricia Gunadi, Garnet Geraldine, dan Yvonne Supangkat.
Deretan pemain yang terlibat turut memperkuat cerita, di antaranya Fedi Nuril, Ali Fikry, Tanta Ginting, Augie Fantinus, Vidi Bule, Neysa Chandria, Ochi Manan, Arnold Kobogau, Lucky Moniaga, Djaitov Tigor, Chrismanto Eka Prastio, Rian Reza, Dwi Yabes, Didi Murs, Mahmud Jabrik, dan Joko Nugroho.
Fedi Nuril yang memerankan Warto mengatakan kisah dalam film ini terasa dekat dengan realitas banyak keluarga Indonesia.
“Apa yang dialami karakter Warto dan Dino mungkin banyak dialami anak laki-laki dan ayahnya. Saya sendiri punya tiga anak laki-laki, jadi memahami posisi Warto. Di balik ketidakmampuannya mengekspresikan perasaan, sebenarnya ada kasih sayang yang sangat besar. Cerita tentang kedekatan emosional yang dipadukan dengan dunia sepak bola antar kampung menurut saya akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia. Film ini lucu, hangat, dan sangat membumi,” ujar Fedi.
Sementara itu, Ali Fikry mengaku menikmati proses memerankan Dino yang perlahan belajar membuka hati untuk kembali mempercayai sang ayah.
“Buat aku, Dino bukan cuma soal anak yang marah sama bapaknya. Ini tentang bagaimana rasanya menunggu seseorang berubah, lalu belajar percaya lagi. Seru banget bisa membawa emosi itu di tengah keseruan tarkam yang kocak,” kata Ali.
Direktur Utama Entelekey Sinema Indonesia sekaligus produser eksekutif, Garnet Geraldine, mengatakan film ini lahir dari keinginan menghadirkan tontonan keluarga yang mampu menghibur sekaligus menyentuh.
“Bapakmu Kiper lahir dari keinginan kami membuat film yang bikin penonton tertawa, tetapi juga pulang dengan hati yang hangat dan lapang. Kami percaya banyak keluarga Indonesia memiliki cerita serupa, tentang luka yang belum selesai dan harapan untuk berdamai. Sepak bola tarkam menjadi cara paling sederhana untuk menceritakan semuanya,” ujar Garnet.
Melalui perpaduan drama keluarga dan komedi khas sepak bola kampung, Bapakmu Kiper diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap hubungan selalu memiliki peluang untuk diperbaiki.
Trailer resmi film Bapakmu Kiper kini telah dirilis dan mengajak penonton mengikuti perjalanan emosional Warto dan Dino sebelum filmnya hadir di bioskop pada 3 September 2026.
