SCITON Hadirkan “The Art of Timeless Beauty”, Tren Estetika Bergeser dari Anti-Aging ke Healthy Aging

JAK ONE – Dunia kecantikan dan estetika terus berkembang. Jika sebelumnya perawatan estetika banyak dikaitkan dengan upaya mempertahankan penampilan agar terlihat lebih muda, tren kini bergerak ke arah skin quality, hasil natural, perawatan personal, dan healthy aging.

Perubahan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam beauty talkshow “The Art of Timeless Beauty” yang digelar SCITON pada 4 September 2026.

Acara ini mempertemukan tiga perspektif dari dunia kecantikan dan aesthetic medicine, yakni figur publik Diana Pungky, plastic surgeon sekaligus Chief Director Yujin Plastic Surgery dari Korea, Dr. Tae Jo Kang, serta Regional Senior Director APAC SCITON, Mr. Joshua Kim.

Ketiganya membahas perkembangan aesthetic medicine yang semakin mengarah pada pendekatan personalized, natural, precise, dan patient-centric.

Kecantikan Tak Lagi Sekadar Melawan Usia

Salah satu sesi yang menjadi perhatian adalah “Beauty Beyond Time” bersama Diana Pungky.

Diana membawa perspektif personal mengenai perubahan definisi kecantikan dari masa ke masa. Konsep yang diangkat dalam acara tersebut menempatkan kecantikan bukan sebagai upaya untuk menghentikan proses penuaan, melainkan bagaimana seseorang tetap dapat merawat diri, menjaga kualitas kulit, mempertahankan rasa percaya diri, dan tetap menjadi dirinya sendiri.

Tren ini kemudian melahirkan pendekatan kecantikan yang lebih refined. Seseorang tidak lagi semata-mata mengejar perubahan drastis, tetapi ingin tampil lebih segar, sehat dan percaya diri tanpa kehilangan karakter asli.

Dalam perspektif tersebut, timeless beauty tidak dimaknai sebagai upaya untuk menghentikan waktu, tetapi kemampuan untuk berevolusi dengan indah seiring bertambahnya usia.

Dr. Tae Jo Kang Soroti Pentingnya Clinical Experience

Pembahasan berlanjut melalui sesi “From Experience to Expertise — Why Doctors Choose BBL & MOXI” bersama Dr. Tae Jo Kang.

Dengan pengalaman di bidang aesthetic dan reconstructive surgery, Dr. Kang memberikan perspektif klinis mengenai bagaimana teknologi seharusnya ditempatkan dalam sebuah treatment.

Perkembangan teknologi estetika, menurut materi yang dibahas dalam acara, tidak hanya berkaitan dengan seberapa canggih sebuah perangkat. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut menjadi bagian dari clinical decision-making dan strategi perawatan yang tepat.

Dalam konteks tersebut, BBL dan MOXI menjadi bagian dari pembahasan mengenai teknologi berbasis light dan laser yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan aesthetic treatment secara lebih terarah dan versatile.

Teknologi Estetika Semakin Personal

Sementara itu, Mr. Joshua Kim membawa perspektif mengenai perkembangan teknologi aesthetic medicine di kawasan Asia Pasifik.

Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun di industri medical aesthetics, Joshua melihat adanya perubahan dari treatment yang sebelumnya lebih bersifat corrective menuju pendekatan yang semakin personalized, precise, versatile, dan berorientasi pada kualitas kulit.

Melalui sesi “SCITON Technology Spotlight — BBL & MOXI”, peserta mendapatkan gambaran mengenai teknologi di balik treatment modern serta bagaimana inovasi dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dokter dan pasien yang semakin spesifik.

Dari Anti-Aging Menuju Healthy Aging

Arah perkembangan industri estetika juga menjadi pembahasan dalam panel “What’s Next in Aesthetics? The Aesthetic Trends Everyone Is Talking About”.

Dalam sesi tersebut, SCITON mempertemukan perspektif beauty icon, physician, dan technology leader untuk melihat bagaimana definisi kecantikan terus mengalami perubahan.

Salah satu tren yang disoroti adalah pergeseran dari anti-aging menuju healthy aging, dari transformasi dramatis menuju hasil yang lebih natural, serta dari treatment generik menuju perjalanan perawatan yang semakin personal.

Diana Pungky menilai kecantikan saat ini bukan lagi sekadar tentang bagaimana seseorang terlihat lebih muda. Fokusnya adalah bagaimana seseorang tetap dapat tampil sehat, percaya diri dan autentik dalam setiap fase kehidupannya.

Dari perspektif klinis, pasien masa kini juga dinilai semakin teredukasi dan memiliki ekspektasi yang lebih spesifik. Mereka tidak hanya mencari perubahan yang terlihat, tetapi juga menginginkan kualitas kulit yang lebih baik, hasil natural, serta treatment yang sesuai dengan kebutuhan personal.

Personalized Beauty Jadi Arah Masa Depan

Konsep personalized beauty turut menjadi bagian penting dalam diskusi “Beyond the Treatment — The Future of Personalized Beauty”.

Setiap individu memiliki kondisi kulit, gaya hidup, usia, ekspektasi, dan beauty goals yang berbeda. Karena itu, pendekatan estetika masa depan tidak hanya berangkat dari pertanyaan mengenai treatment apa yang dapat dilakukan, tetapi juga mengenai apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pasien.

Pendekatan tersebut menjadikan treatment sebagai sebuah personalized journey, bukan sekadar prosedur.

Kehadiran The Art of Timeless Beauty juga menjadi bagian dari momentum ARUNA International Summit 2026, yang mempertemukan clinicians, researchers, dan industry leaders untuk membahas perkembangan dermatology dan aesthetic medicine.

Forum tersebut turut memberikan perhatian terhadap kebutuhan skin of all color serta pendekatan yang thoughtful dan individualized.

Dokter Ikuti SCITON Hands-On Workshop

Tak berhenti pada diskusi, para dokter juga mendapat kesempatan melihat secara langsung penerapan teknologi SCITON melalui SCITON Hands-On Workshop bersama Dr. Tae Jo Kang.

Sesi ini menjadi jembatan antara teori dan praktik dengan memperlihatkan bagaimana clinical experience, treatment approach, dan teknologi dapat berjalan bersama dalam sebuah treatment journey.

Pesan yang ingin ditegaskan SCITON adalah bahwa inovasi dalam aesthetic medicine bukan semata-mata mengenai perangkat yang semakin canggih. Lebih dari itu, inovasi harus mampu mempertemukan teknologi, keahlian dan pengalaman klinis untuk menghasilkan treatment yang semakin relevan dengan kebutuhan pasien.

Pada akhirnya, The Art of Timeless Beauty membawa perspektif bahwa kecantikan tidak harus dimaknai sebagai upaya untuk menghentikan waktu.

Kecantikan dapat terus berkembang seiring bertambahnya usia dengan tetap mengedepankan kesehatan kulit, karakter personal, hasil natural dan rasa percaya diri.

Melalui perpaduan beauty experience, clinical expertise, hands-on education, dan technology innovation, SCITON membuka percakapan baru mengenai masa depan aesthetic medicine di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *