Perpusnas Gandeng 23 Kampus, Unpad Perdana Ikut KKN Tematik Literasi 2026

JAK ONE – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2026. Untuk pertama kalinya, Universitas Padjadjaran (Unpad) bergabung sebagai mitra pelaksana dengan mengerahkan mahasiswa ke 74 desa di Jawa Barat.

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengatakan Unpad menjadi salah satu dari 23 perguruan tinggi yang terlibat dalam KKN Tematik Literasi tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang melibatkan 21 perguruan tinggi dengan sekitar 10.400 mahasiswa di 17 provinsi.

“Tahun ini ada penambahan dua perguruan tinggi, salah satunya Universitas Padjadjaran. Setelah berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kami melihat adanya kebutuhan untuk bersama-sama meningkatkan pembangunan kecakapan literasi di Jawa Barat,” ujar Aminudin dalam Pelepasan KKN Mahasiswa Unpad Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Unpad Jatinangor, Jumat (10/7/2026).

Menurut Aminudin, Jawa Barat memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif tinggi, tetapi masih memiliki tantangan dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM).

“IPM-nya tinggi, tetapi literasinya masih perlu ditingkatkan. Tingkat kegemaran membaca juga masih menjadi tantangan sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak,” katanya.

Secara nasional, KKN Tematik Literasi 2026 menjangkau 1.000 lokus di 18 provinsi. Khusus di Jawa Barat, program dilaksanakan di 74 desa dengan melibatkan sekitar 740 mahasiswa Unpad yang akan menjalankan berbagai kegiatan penguatan literasi di masyarakat.

Secara keseluruhan, Unpad menerjunkan 1.542 mahasiswa yang didampingi 74 dosen pembimbing lapangan ke desa-desa di Kabupaten Garut, Sukabumi, Cianjur, dan Tasikmalaya melalui tema “KKN Unpad Berdampak”.

Program tersebut berfokus pada penguatan literasi keuangan, pengentasan kemiskinan, serta kesehatan. Sebagai dukungan, Perpusnas menyediakan sekitar 1.000 judul buku di setiap desa lokasi KKN sebagai sumber belajar bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Untuk 74 desa berarti tersedia sekitar 74 ribu judul buku. Ini merupakan komitmen Perpusnas dalam membangun budaya literasi bersama perguruan tinggi,” ujar Aminudin.

Ia menilai mahasiswa memiliki kedekatan dengan masyarakat sehingga berpotensi menjadi penggerak literasi di tingkat desa.
“Mahasiswa biasanya lebih mudah diterima masyarakat. Kami berharap mereka dapat menjadi mitra dalam membangun kecakapan literasi masyarakat desa,” katanya.

Rektor Unpad, Arief S. Kartasasmita, mengatakan KKN merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan.

“Kami mengucapkan selamat belajar dan selamat melaksanakan KKN. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat serta menjaga nama baik Universitas Padjadjaran,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Asep Sukmana, menilai tema KKN tahun ini selaras dengan prioritas pembangunan daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengelolaan sampah, hingga peningkatan literasi.

Ia berharap seluruh mahasiswa dapat menjalankan pengabdian dengan baik dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi Perpusnas, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, KKN Tematik Literasi diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui budaya baca dan pembelajaran sepanjang hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *