Pasar Waspada! Rupiah Melemah ke Rp17.129, Dolar AS Kian Perkasa

JAK ONE — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring berlanjutnya penguatan mata uang Negeri Paman Sam di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot, rupiah tercatat melemah 24 poin atau 0,14% ke level Rp17.129 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat ke posisi 98,370, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin (13/4), rupiah ditutup melemah tipis 1 poin ke level Rp17.105 per dolar AS, setelah sempat tertekan lebih dalam hingga 40 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.104.

Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik, khususnya terkait kebijakan Amerika Serikat yang berencana melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang meninggalkan pelabuhan Iran. Pernyataan Presiden AS, , memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz.

Sebagai respons, pemerintah Iran menyatakan akan mengambil langkah balasan terhadap pelabuhan negara-negara di kawasan Teluk. Situasi ini meningkatkan sentimen kehati-hatian di kalangan pelaku pasar global dan mendorong aliran dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan mata uang global menunjukkan dinamika yang beragam. Dolar AS menguat tipis terhadap euro, sementara yen Jepang mencatat penguatan sebagai aset safe haven.

Pound sterling Inggris juga mengalami kenaikan terbatas terhadap dolar.
Analis Mitsubishi UFJ Bank, Terumasa Kawakami, menilai tekanan terhadap pasar keuangan masih relatif tertahan oleh ekspektasi berlanjutnya dialog antara Amerika Serikat dan Iran.

“Harapan bahwa pembicaraan akan terus berlanjut membantu meredam penurunan sentimen di pasar,” ujarnya.

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan geopolitik serta arah kebijakan moneter global yang berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar, termasuk rupiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *