Seruan Ustazah Bahijah Hamid di Alhamd Carpet Radio Dalam: Hormati dan Doakan Bapak Presiden Prabowo Subiato Hafidzahullah
ُ
فَقُلۡتُ اسۡتَغۡفِرُوۡا رَبَّكُمۡؕ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًا ۙيُّرۡسِلِ السَّمَآءَ عَلَيۡكُمۡ مِّدۡرَارًا ۙوَّيُمۡدِدۡكُمۡ بِاَمۡوَالٍ وَّبَنِيۡنَ وَيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ جَنّٰتٍ وَّيَجۡعَلۡ لَّـكُمۡ اَنۡهٰرًا
Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (OS. Nuh (71): 10-12)
JAK ONE — Dalam rangkaian tausiyah dan doa bersama yang digelar di Toko Alhamd Carpet Radio Dalam, Ustazah Bahijah Hamid tidak hanya menyebarkan pentingnya doa untuk bangsa, tetapi juga tekanan pentingnya menjaga adab terhadap pemimpin negara.
la mengimbau masyarakat agar menyebut Presiden dengan penuh hormat, seperti “Bapak Presiden” atau “Bapak Prabowo,” serta mendoakannya dengan doa kebaikan, termasuk menyertakan doa Hafidzahullah (Semoga Allah menjaganya).
Menurutnya, Bapak Presiden adalah sosok yang memikul amanah besar sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam konteks kebangsaan, ia menyebut Presiden sebagai “Bapak Bangsa” yang memimpin seluruh rakyat tanpa membedakan usia, latar belakang, maupun golongan.
Ustazah Bahijah Hamid menegaskan bahwa menjaga adab dalam penyebutan nama pemimpin bukan sekedar formalitas, melainkan bagian dari etika dan budaya hormat yang harus dijaga dalam kehidupan berbangsa. la juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, menghormati pemimpin yang sah serta mendoakannya merupakan bagian dari menjaga stabilitas dan persatuan umat.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa doa yang tulus kepada para pemimpin akan membawa dampak positif bagi kebijakan dan arah pembangunan bangsa.
Seruan itu juga ditujukan kepada para ulama dan tokoh masyarakat agar memberikan contoh yang baik dalam bertutur dan bermakna, khususnya ketika menyebut nama Bapak Presiden di ruang publik.
Ustazah Bahijah Hamid berharap masyarakat tidak terjebak pada perbedaan pandangan politik, tetapi lebih mengedepankan persatuan serta doa demi kebaikan bersama.
Menurutnya, kekuatan suatu bangsa tidak hanya dibangun melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui sikap saling menghormati dan mendukung secara moral.
la menutup pesannya dengan harapan agar Bapak Presiden Prabowo Hafidzahullah dan seluruh jajaran pemerintahan senantiasa diberi kekuatan, taufik, dan hidayah dalam memimpin Indonesia menuju kemakmuran dan kesejahteraan.
